Presiden PKS: Jika Pemilu 2004 Gagal, Militerisme Muncul Kembali

 

Home

MAGELANG- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr Hidayat Nur Wahid MA mengingatkan, bahaya munculnya masalah konstitusional dan kekacauan politik, jika Pemilu 2004 sampai gagal.


''Bahkan bukan suatu hal yang tak mungkin, militerisme muncul kembali, meski pihak militer menyatakan diri tak akan kembali ke ranah politik,'' katanya, Jumat (19/3) sore, menjelang kampanye di Lapangan Secang, Kabupaten Magelang.
Menurut dia, kekhawatiran pelaksanaan pemilu tidak seperti yang diharapkan, disebabkan oleh keterlambatan pemerintah dalam menyediakan paket RUU mengenai Pemilu dan Parpol.
Jangan mengkambing hitamkan reformasi, sebab hingga kini reformasi belum dilaksanakan secara benar, sehingga tak bisa dikatakan reformasi gagal. Jika pemilu gagal, hal itu menjadi bukti kegagalan manajemen pemerintahan sekarang.
Karena itu hendaknya seluruh komponen bangsa bahu membahu mensukseskan pemilu.
''Jajaran TNI, juga kalangan lain, hendaknya siap memberikan bantuan. Jangan sampai lempar tanggungjawab,'' imbaunya.
Ia mengemukakan, pemilu dapat dijadikan sebagai sarana rekonsiliasi bagi kalangan yang peduli terhadap perbaikan masa depan Indonesia. Jangan sebaliknya, rekonsiliasi kalangan yang ingin menarik sejarah Indonesia ke belakang dengan menenggelamkan Indonesia dalam kondisi krisis, yang terbukti telah dilakukan rezim Orde Lama, Orde Baru maupun orde yang gagal.
Presiden PKS mengimbau tidak ada golongan putih (golput), karena sikap tersebut tidak menyelesaikan masalah dan memubadzirkan potensi kedaulatan yang dimiliki rakyat, seperti yang diatur dalam UU.
Hidayat Nur Wahid menengarai, golput adalah kalangan yang kritis. Mestinya mereka memberikan suara kepada partai-partai yang belum gagal. Kalau sampai jumlah golput naik, secara tidak langsung mereka mengurangi suara bagi partai-partai yang ingin reformasi bergulir.
Ditanya siapa calon presiden dari PKS, ia mengatakan namanya akan diumumkan setelah usai pemilu. Proses penentuan capres dilakukan melalui mekanisme ''pemilu internal PKS''.
''Hasil 'pemilu internal' tadi akan dibahas bersama Majelis Syura DPP PKS setelah diketahui perolehan suara hasil pemilu legislatif 5 April 2004,'' katanya.
Karena jika perolehan suara PKS di tingkat nasional bisa lebih dari 5 atau 3 persen di tingkat pusat dan 4 persen di daerah, katanya, partai itu berhak terlibat dalam pembahasan capres.
''Jika ternyata perolehan suaranya di atas 20 persen, PKS akan mengajukan capres sendiri. Tetapi bila kurang dari itu, akan koalisi dengan partai-partai yang nafasnya reformasi dan demokrasi berlandaskan akhlak beragama yang baik.
Mobilisasi massa PKS dalam kampanye hari itu sangat besar. Ribuan kader memadati Lapangan Secang. Tetapi yang tidak tertampung di lapangan, tampaknya lebih banyak lagi. Mereka berada duduk-duduk di tepi Jalan Raya Magelang-Semarang. [suaramerdeka.com, 19 Maret 2004]

Info Media Lainnya

bulletAnis Matta: Indonesia Butuh Pemimpin Baru
bulletPemerintah Mulai Kontrol Pemilu
bulletTII: Soal Integritas, PKS Tertinggi
bulletPDIP Dinilai Kerap Memunculkan Politik Uang
bulletHidayat Ingatkan Munculnya "Teroris Pemilu"
bulletLiputan "GEBYAR PKS" di Jepang

This site was last updated 03/26/04